KATA PENGANTAR.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


Alhamdulillah, berkat rahmat dan inayah Allah kami dijauhkan dari kekufuran dan kemusyrikin.

Kufur dan musyrik merupakan sifat yang sangat di takuti oleh setiap muslim. Bila seorang muslim sudah terjangkit sifat ini maka harapan meraih kebahagiaan di akhiratnya semakin suram, bahkan bisa menjerumuskan dirinya dalam lembah penyiksaan.

Oleh karena itu, setiap muslim harus berusaha semaksimal mungkin menjauhi dua sifat yang menjadi momok dalam hidupnya. Sedangkan untuk memperoleh keselamatan diri di dunia maupun di akhirat mereka mencari perlindungan Allah dengan mengharapkan hidayah_Nya. Karena hidayah merupakan barometer untuk mengukur keselamatan diri di dunia maupun di akhirat.

Apa Hidayah itu?, dan bagaimana cara mencarinya? Dalam buku ini Al Ghazali menjelaskan panjang lebar tentang hidayah, dan cara yang paling tepat untuk meraihnya, termasuk diantaranya adalah dengan mensucikan hati. Karena hati yang bersih dapat memancar terhadap kepribadian seseorang tanpa memandang status sosialnya, apakah ia seorang yang berilmu tinggi atau tidak?, apakah ia fakir atau kaya?. Kesemuanya akan tampak jelas kepribadiannya, sebab kepribadian seseorang tidak bisa lepas dari pengaruh isi hatinya. Bila hatinya kotor akan tercermin dari tingkah lakunya, begitu pula sebaliknya.

Dalam hal ini, Al Ghazali mengemukakan argumentasinya yang rasional serta dengan melihat berbagai dimensi keilmuan, bahwa mensucikan hati merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk meraih hidayah Allah.

Sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk menjaga hatinya agar tidak terkontaminasi oleh virus hati yang bisa menggerogoti amal ibadahnya yang dapat merusak kebahagiaan dan ketenangan hidupnya di dunia maupun di akhirat.

Semoga bagi pembaca yang budiman bisa mengambil hikmah dan pelajaran setelah membaca buku ini.

Bila dalam penterjemahan buku ini masih didapati kata-kata yang dirasa kurang sempurna dari konteks aslinya, maka kami mohon saran dan kritiknya yang bersifat konstruktif demi perbaikan buku ini sebelum dan sesudahnya kami haturkan banyak terima kasih.

🙏

"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)